Sunday, October 8, 2023

Sejarah : Mengenang Kepopuleran Bus Purwo Putro di Era Kejayaannya

Ini adalah artikel nostalgia tentang salah satu perusahaan otobus asal Wonogiri yang pernah merasakan masa kejayaan di jalur Wonogiri-Jakarta. Kami akan berbicara tentang kenangan saya dengan Bus Purwo Putro saat saya masih bersekolah di STM/SLTA. Kenangan tentang Bus Purwo Putro, PO Purwo Putro, orisinal dari Wonogiri.

Yaps, bagi perantau asal Wonogiri, Bus Purwo Putro dengan ciri khas perpaduan warna Merah Putih dan Biru tentunya sudah tidak asing lagi. Kombinasi warnanya cukup unik, dengan bagian kepala dan atap berwarna merah, sedangkan badan bus berwarna putih yang menjadi warna dominan. Bagian bawah bodinya berwarna biru dengan garis merah sebagai pemisah, dan pada pandangan pertama, terlihat mirip dengan livery Metromini. Saya tidak memiliki banyak informasi tentang sejarah dan masa operasionalnya, mungkin ada kaitannya dengan PO Purwo Widodo. Kenangan tentang Bus Purwo Putro Bus PO Purwo Putro dengan bodi Louhan




Karena memiliki unsur "Purwo" yang sama, mungkin ada hubungan antara Purwo Putro dengan Purwo Widodo, seperti Purwo Widodo Putro atau Purwo Widodo Mulyo. Namun, saya tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang hal ini dan hanya akan berbicara tentang kenangan pribadi, bukan sejarahnya. Saya takut memberikan informasi yang salah atau tidak sesuai dengan fakta. Yang saya tahu, Bus Purwo Putro berasal dari Wonogiri dan saya beberapa kali naikinya. Sekarang, mari kita lanjutkan.

Perjalanan dengan Bus dari Wonogiri ke Jakarta

Saya hampir setahun bisa pulang kampung ke Wonogiri 3 hingga 4 kali saat masih bersekolah di STM di Jakarta, baik saat liburan panjang sekolah maupun liburan singkat. Bahkan, setelah saya bekerja mulai dari tahun 1997 hingga 2005, saya sering naik bus antara Jakarta dan Wonogiri. Saya sangat suka dengan bus sehingga sering mencoba berbagai perusahaan otobus hanya untuk rasa penasaran dan ingin mencoba semua bus yang ada. Setiap kali saya pulang dari liburan sekolah dan kembali ke Jakarta, saya selalu memilih bus yang berbeda, dan beberapa kali Purwo Putro menjadi pilihan saya.

Saat itu, banyak armada yang terbilang baru dan mewah bagi saya. Saya tidak tahu kelasnya waktu itu, yang penting ada AC. Untuk memilih bus dengan bodi dan kondisi yang bagus, saya tidak membeli tiket di agen, saya hanya datang langsung ke Terminal Krisak (Giri Adipura) di pinggir sawah. Ini memungkinkan saya untuk memilih model bus yang saya inginkan. Harga tiketnya, saya sudah lupa karena saat itu belum ada smartphone untuk dokumentasi. Selama tiga kali memilih armada ini, saya mendapatkan bus dengan bodi Louhan favorit saya dua kali dan satu kali dengan bodi kotak biasa yang masih terlihat baik. Saya tidak memperhatikan karoseri dan sasisnya waktu itu, yang penting nyaman, ada video CD, dan tidak kalah seru saat perjalanan malam di Pantura. Kenangan tentang Bus Purwo Putro, Bus dengan bodi Louhan dari Purwo Putro

Kenangan Atraksi Malam di Jalur Pantura

Saya memiliki banyak kenangan dengan bus ini, terutama pada era Pantura sebelum tol Cipali hadir dan menggesernya. Perjalanan yang indah mengikuti jalur dari Wonogiri hingga Semarang, kemudian masuk tol dan keluar di Kendal, melanjutkan perjalanan melewati jalur Alas Roban. Atraksi malam di jalur Pantura melewati Batang, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Cirebon, Indramayu, Subang, dan masuk tol Cikampek. Atmosfir Jakarta mulai terasa saat memasuki Bekasi, dan sekitar pukul 4-5 pagi, perjalanan berakhir di Terminal Pulogadung.

Namun, itu adalah kenangan masa lalu. Saya tidak tahu kapan terakhir kali saya melihat Bus Purwo Putro beroperasi di jalur Wonogiri-Jakarta atau sebaliknya. Menurut informasi yang saya terima, Purwo Putro menghentikan layanannya, baik sementara maupun mungkin secara permanen, karena informasi yang tersedia sangat terbatas. Yang kita harapkan adalah agar Purwo Putro dapat bangkit kembali seperti Sedya Mulya dan Tunggal Dara. Selamat menikmati kenangan masa lalu, dan tetap semangat!

No comments:

Post a Comment